Pendarmesir.com, Kairo - Senat Fakultas Mahasiswa Bahasa Arab (SEMA-FBA) Mesir resmi menutup masa khidmat 2024–2025 melalui Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) sekaligus Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang berlangsung pada Sabtu (23/8). Acara bertempat di Wisma Nusantara, 8 Wahran, Al-Manteqah Al-Oula, Nasr City, dan dimulai pada pukul 14:31 siang.
Mengusung tema بالعزمِ تبنى Ø§Ù„ØØ¶Ø§Ø±Ø§Øª Ùˆ بالأمانةِ تصانُ القيادات “Dengan tekad peradaban dibangun, dengan amanah kepemimpinan dijaga,” sidang tahun ini menghadirkan nuansa tempat baru yang berbeda dari tahun sebelumnya.
SEMA-FBA mencatat capaian penting dengan penyusunan kurang lebih 480 lembar laporan pertanggungjawaban. LPJ tersebut bukan hanya diterima, tetapi juga berhasil meraih predikat Mumtaz dengan nilai (94,34). MPA mengatakan bahwa penilaian ini menjadi bukti bahwa memang kepengurusan kali ini sudah menciptakan transparansi dan ketelitian yang baik dalam pengelolaan sistem dan data pada periode satu tahun kebelakang.
Disampaikan juga oleh MPA, tentang SPA dan LPJ di dalam organisasi itu tidak semata mata hanya untuk formalitas akhir dari organisasi saja, tetapi juga bentuk lain dari kegigihan dalam membangun semangat juang demi berlanjutnya kepengurusan. Hal ini ditegaskan kembali oleh Ketua Pelaksana Tengku Alkasya Ramadhan dalam sambutannya, “Yang berpindah bukan hanya berkas, tapi juga keberanian untuk melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Presiden PPMI Mesir, Razi Alif Al-Faiz, turut memberikan apresiasi juga harapan “Tanpa senat, banyak hal yang tidak bisa dilakukan PPMI. Semoga semangat dan inovasi terus berlanjut, serta menjadi pecutan bagi mahasiswa lainnya,” tuturnya.
Dalam sidang ini, tongkat estafet resmi diserahkan kepada Muhammad Fathin Fadhlullah Alkawtsar sebagai Ketua Terpilih SEMA-FBA periode 2025–2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan SEMA-FBA sebagai rumah besar bersama. “Mungkin perjuangan ini bukan berasal dari perjuangan diri sendiri saja, tapi perjuangan kita bersama. Mari wujudkan SEMA-FBA sebagai rumah besar yang selalu kita usahakan lebih baik kedepannya,” katanya.
Sementara itu, Demisioner Ketua Muhammad Rizki Sugiri, mengenang FBA sebagai ruang terbaik untuk berkarya. Ia menekankan pentingnya memahami sistem organisasi agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjaga transparansi sebagai ciri organisasi yang bersih.
Dengan capaian LPJ bernilai Mumtaz, purna tugas SEMA-FBA 2024–2025 tidak hanya menandai akhir sebuah kepengurusan, tetapi juga menjadi pijakan untuk melangkah lebih kokoh menuju masa khidmat baru.
Baca Juga: LPJ Mumtaz, UU Wakaf Tuntas: Bukti SEMA-FU Lanjutkan Kebermanfaatan
Red: Najla Maharani
Editor: Haekal A
1 Komentar
Terima kasih, Pendar. ✨
BalasHapusTulisan yang selalu berkesan.