Pendarmesir.com, Kairo - Pena Darussalam dan Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo menggelar acara rilis dan bedah buku Ilalang & Bunga karya Ihya pada Jumat (13/2) sore di ruang baca PMIK. Acara ini dihadiri oleh Lalu Azmil dan Naila Fauziah sebagai pembedah dan diikuti oleh puluhan pembaca dan Masisir secara umum.
Dalam sesi bedah buku Naila Fauziah mengungkapkan bahwa karya ini tidak sekadar novel futuristik, tetapi juga kritik sosial yang dibungkus dalam balutan sastra. “Menurut keyakinan saya, kita semua punya keresahan yang sama terhadap lingkungan Masisir," ujar Naila. Menurutnya, Ilalang & Bunga dinilai menarik karena merupakan karya sastra pertama yang berhasil memaparkan keresahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan Masisir.
Lalu Azmil juga menegaskan bahwa ketika jurnalistik dibungkam atau karya ilmiah tak terbaca, maka sastra dapat menjadi medium alternatif untuk menyuarakan realitas. Novel ini diniatkan sebagai ruang aman untuk membuka realitas keresahan yang terjadi di lingkungan Masisir selama ini.
Berangkat dari keresahan yang dialami sang penulis terhadap dinamika kehidupan Masisir, novel Ilalang & Bunga hadir sebagai jawaban atas kegelisahan yang selama ini hanya berputar di tongkrongan, kafe, dan diskusi-diskusi singkat antar Masisir. Melalui karyanya, Ihya berharap terbangun kesadaran kolektif Masisir untuk merefleksikan arah, orientasi, dan masa depan bersama. Karya Ihya ini disambut hangat oleh seluruh peserta. Di sesi diskusi dalam bedah buku ini, para peserta aktif bertanya kepada para narasumber.
Di akhir acara, Ihya menutup dengan berpesan,"Saya tidak menjamin tulisan saya bagus, tapi saya menuliskannya dengan jujur. Cerita ini sudah jadi. Bukan punya saya, tapi punya kalian semua, sudah menjadi milik bersama yang siap dikritik dan dinikmati."
Red: Hasna Putri Nadhifa
Editor: Haekal Afriadi
0 Komentar