Pendarmesir.com, Kairo -
Art Theis de Cairo meluncurkan dua karya tulis kumpulan puisi "Panduan
Menghuni Kairo" dan cerpen "Alkisah & Lainnya" pada hari
Sabtu (14/2) di Zone Coffee yang dihadiri oleh M. Samsul Arifin selaku pembedah
buku Panduan Menghuni Kairo dan Husni Nasution selaku pembedah buku Alkisah
& Lainnya dan dihadiri oleh puluhan pembaca dan para mahasiswa penikmat
sastra.
Mengkritik sastra bukan berarti
menjelekkan karya, tapi menilai terhadap sastra, baik dan buruknya dalam karya
sastra. Dari banyaknya cara mengkritik, ada suatu cara pembacaan yang sangat
dekat dengan sastra. Modelnya adalah leader respon (respon subjektif pembaca).
Dari situ menjelaskan bahwa pembaca sastra tergantung dari intensitas membaca
yang menghasilkan interpretasi yang berbeda-beda, bukan kurang setuju terhadap
teksnya, tetapi interpretasinya yang berbeda-beda karena memiliki respon
subjektif.
Di samping itu di sesi bedah buku
Alkisah & Lainnya. Husni Nasution mengungkap bahwa kesadaran estetika dan
visi estetika di isi cerpennya sudah terbentuk, meskipun belum sepenuhnya
membulat, mulai dari pendekatan struktur cerita atau narasi hingga pendekatan
visi estetika. Berawal dari klaim penulis karena ingin menginterpretasikan
ulang bagaimana kisah lama yang kita sering dengar menjadi kisah yang
diceritakan dalam bentuk lain, akhirnya klaim ini mempunyai konsekuensi dari
cerita yang kita tidak sadari yaitu terdapat sisi moralitas yang ingin dikuliti,
tapi cerita tersebut tidak memberikan gambaran yang lebih baik bahkan berbeda
dari apa yang kita ketahui. Pembedah juga menjelaskan bahwasannya ada sesuatu
dorongan khusus yang dapat merangkum gejolak sastra, yaitu kesadaran estetika,
setelah itu visi estetika. Dari situ terungkap bahwasannya kita membutuhkan
kritik karya sastra untuk melihat visi estetika karena hanya dengan itu, kita
bisa merangkum suatu isi cerita.
Red: Muhammad Massuyadi
Editor: Naila Hafizha
0 Komentar