Pendarmesir.com, Kairo – Badan Independen Bait Fk-Baiquni dan Sahah Addariyah menyelenggarakan seminar ilmiah dan launching buletin edisi ke-7, pada Sabtu (14/2) siang di sekertariat IAID Mesir. Seminar dan launching buletin edisi ke-7 mengambil tema ”Nuansa Ushul” cara kritis membaca dunia modern, yang dihadiri oleh Prof. Dr. Abdullah Abu Al-Fath didampingi oleh moderator Muhammad Said Anwar, Lc. Puluhan peserta tampak antusias menghadiri acara ini, terutama ketika sesi tanya jawab dan diskusi bersama Prof. Dr. Abdullah Abu Al-Fattah.
Menyitir dari perkataan Sajid Dzaky Mubarok selaku pimpinan redaksi, buletin edisi ke-7 ini mengandung pertimbangan secara realistis. Mengenai peran usul fikih yang melahirkan hukum-hukum dalam agama islam. Pemikiran beberapa masyarakat tentang tidak relevannya hukum islam seiring kemajuan teknologi, bertolak belakangnya ritual adat istiadat dengan hukum-hukum agama dan juga permasalahan kontemporer yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Adanya isu miring yang mengatakan bahwa agama terlalu mengekang bagi pengikutnya, membuat segenap anggota FK-baiquni turut mengkritisi hal ini. Maka dari itu, buletin ini hadir untuk memberikan pencerahan bahwa hukum-hukum yang didapati adalah alat yang faktual dan cocok di semua waktu dan tempat.
Dalam sesi seminar, Prof. Dr. Abdullah Abu Al-Fattah dalam judul ”Membaca Realitas dengan Kacamata Ushul Fiqih”. Menyampaikan banyak permisalan dalam hukum islam, yang bisa membantah banyak prasangka buruk mengenain hukum-hukum dalam agama. Beliau memaparkan pembahasan. Seperti, pembahasan Feminisme, penggunaan AI (Artfificial Inteligence), dan pencerahan dalam pemahaman agama yang rumit. Karena hakikat agama yaitu mempermudah dan menyejahterakan kehidupan umat manusia.
Red: Ratu F
Editor: Hasna N

0 Komentar