Pendarmesir.com, Kairo (19/09)
— Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia sukses menyelenggarakan Grand
Opening Simposium International ke-18 di Al-Azhar Conference Center, Nasr City.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Mahmud Shiddiq Hasan (Rektor
Universitas Al-Azhar), Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi (Penasihat Grand Syaikh
Al-Azhar), Dr. Hassan Khalil (Wakil Sekjen Al-Azhar), Andika Ibrahim Nasution (Koordinator
PPI Dunia) dan Kuncoro Giri Waseso (Dubes KBRI Kairo).
Dalam sambutannya, Kuncoro Giri
mengaku bersyukur telah memperoleh kepercayaan menjadi Duta Besar Indonesia
untuk Republik Arab Mesir. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya dapat menjadi
saksi dinamika lebih dari 22 ribu mahasiswa dan calon ulama pemimpin bangsa. Di
samping itu, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap Masisir yang telah menjadi
tuan rumah simposium internasional tahun ini.
Dubes Kuncoro kemudian menambahkan
bahwa penyelenggaraan simposium di Kairo bukan hanya sekadar persoalan lokasi.
Menurutnya, Kairo memiliki kaitan erat dengan sejarah diplomasi Indonesia. “Saya
mengambil satu istilah dari teman-teman di kantor, ini seperti pulang—tracking
back—ke salah satu titik lahir di mana diplomasi Indonesia berada,” ucap
Kuncoro.
Hal itu didasari latar belakang
sejarah mahasiswa Indonesia di Mesir yang pada masa lampau berperan dalam
perjuangan kemerdekaan melalui diplomasi dengan berbagai elemen. Peran tersebut
turut mendorong lahirnya pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Mesir, yang kelak
dikenal sebagai negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia.
Di akhir sesi, Kuncoro menyebut
simposium tersebut sebagai bagian dari masa depan Indonesia. Sebagian delegasi
yang hadir, menurutnya, kelak akan berumur 40 tahun-an ketika Indonesia
mencapai satu abad pada 2045. Ia meyakini usia tersebut merupakan usia emas
bagi manusia. “Dan ini adalah, saya menyebutnya rapat kerja para pengambil
keputusan Indonesia di tahun 2045,” tambah Kuncoro.
Selain itu, ia berpesan kepada
para delegasi agar tidak pulang dari Kairo hanya membawa foto kenangan. Para
delegasi juga diharapkan membawa naskah kesepakatan serta mengembangkan
jaringan yang bermanfaat bagi Indonesia.
Acara yang dihadiri oleh 65
delegasi PPI dunia tersebut dibuka secara simbolis pada pukul 12.00 WLK oleh
para tamu undangan. Seluruh rangkaian acara Simposium ke-18 ini akan
berlangsung hingga 23 September 2026.
Red: Muhammad Massuyadi, Febdiyu
Akhmad
Editor: Athallah Zaki

0 Komentar