Pada pagi
yang sinarnya dibuat genap,
Kau menoleh,
seperti ada
yang baru saja memanggilmu.
Delapan
puluh satu tahun,
katanya.
Ia
melanjutkan ucapnya:
Bawalah
merah yang menjelma darah
bertumpah
ruah dengan putih
yang
menjelma doa.
Dengarlah
angin yang harunya mendesir
membawa
detak waktu di udara
Semuanya mengarahkan:
pada koleksi
ingatan
corak
Sejarah atau uapan Filsafat
Jeda tak
luput,
mengendap di
setiap rongga mata
bersama
terik khatulistiwa
Dan, ketika
kau menoleh
sekali lagi
Tanah dan
langit
masih
menyimpan nama-nama
Kairo, 17 Agustus 2026

0 Komentar