Pendarmesir.com, Kairo — Dalam rangka
menyongsong gebyar pra-Musycabis XLII sekaligus bertepatan dengan 100 tahun
Gontor, PCI IKPM Gontor Kairo mengadakan acara silaturahim akbar bersama Prof.
Dr. Nahla Shabry Al-Saiedi, konsultan Grand Syekh Al-Azhar dan Direktur Markaz
Tatwir Al-Azhar. Mengusung tema besar, yaitu Al-Azhar dan Gontor: Ikatan
keilmuan dan perjalanan pengabdian, perhelatan akbar ini digelar di Aula Idarah
Wafidin, Nasr City, Kairo, Rabu (29/7).
Dukturah Nahla menyampaikan kesan dan
pengalaman pribadi ketika berkunjung ke Gontor pada tahun 2016. Kala itu beliau
menyaksikan secara langsung sistem, tata kelola, perencanaan, dan manajemen
yang sangat baik. Bahkan sepanjang sejarahnya yang kini telah mencapai 100
tahun, Gontor telah melahirkan para guru yang mulia serta ulama besar yang
telah belajar dan tumbuh dalam naungan Al-Azhar yang termasyhur. Hubungan
Gontor dan Al-Azhar terus terjalin erat, salah satu buktinya adalah banyaknya
santri Gontor yang melanjutkan studi ke berbagai fakultas di Al-Azhar, baik
fakultas agama maupun fakultas umum. Beliau menegaskan bahwa ilmu merupakan
fondasi kemajuan umat dan bangsa, dan berharap hubungan ini terus berlanjut
demi melahirkan generasi berilmu yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Selain pesan dan nasihat, acara ini juga diisi
dengan perkenalan kandidat Ketua IKPM oleh Ferdinan Tio Andhistyan selaku DPO
IKPM, yang puncak penentuannya akan dilaksanakan pada hari Sabtu (1/8)
mendatang. Untuk tahun ini, terdapat tujuh calon nahkoda baru IKPM, satu
berasal dari angkatan Aezza (2023), yaitu Dillan Nuaerillah; tiga berasal dari
angkatan Hameeza (2024), yaitu Fawwaz Shafly, Hauzan Fathi, dan Iqbal Arifin;
serta tiga berasal dari angkatan Adzkaar (2025), yaitu Maulana Husain, Nadisal
Ghulam, dan Umar Ali.
Red: Muhammad Massuyadi
Editor: Athallah Zaki
0 Komentar