Header Ads Widget

Darussalam Catering

Berpulang pada Rupa Mula; Secrets of Divine Love


Oleh: Amara Shakila

Judul: Secrets of Divine Love: Sebuah Perjalanan Spiritual yang Mendalam tentang Islam
Penulis: A. Helwa
Penerjemah: Marlina dan Arif
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: Ke—19
Jumlah Halaman: 501 halaman
Genre: Nonfiksi

“Cinta menjadi alasan mengapa sesuatu itu ada, alih-alih tidak ada. Dari tanah cinta itulah semua keberadaan berkembang menjadi ada. Cinta adalah alasan mengapa kita ada di sini. Cinta adalah alasan mengapa Anda memegang kata-kata ini, mengungkapkannya dengan lidah, atau mendengarnya dengan telinga ...”

Ketika dunia berkelip api dan bertumpah darah, manusia seakan lupa alasan keberadaan ada di sini. Kita sebagai manusia merupakan ciptaan yang disengaja oleh-Nya yang sempurna, bukan produk keberuntungan atau kebetulan. Dalam Bahasa Arab, manusia adalah insan yang menurut para ahli berakar dari kata nisyan, yang berarti lupa dan unsiyah yang berarti keintiman, mencintai, menyayangi dan menjadi dekat. Manusia terbentuk dari ruh dan jasad. Jasad akan fana’ tetapi ruh adalah sesuatu yang kekal, bukti napas Tuhan yang abadi.

Setiap dari kita membawa keselarasan bawaan yang tinggal di dalam hati, lalu kita menyebutnya “esensi primordial” atau dalam Bahasa Arab adalah fitrah. Fitrah atau kebaikan primordial ada di setiap nyawa manusia, menjadi bagian perangkat keras manusia yang tidak dapat diubah. Fitrah sendiri berangkat dari akar kata “membelah atau melahirkan” yang membawa pesan tersirat bahwa pekerjaan manusia di bumi adalah membelah cangkang ego dan menghasilkan benih Ilahi Tuhan yang telah Ia tanamkan melalui kemurahan hati kasih-Nya.

Kemurahan hati kasih Tuhan membawa cahaya ke dalam hati orang yang beriman, yang akan selalu menemukan titik temu kerinduan dengan-Nya. Kita sebagai manusia menjadi kesatuan yang satu, berpulang pada rupa mula, seperti apa yang telah Al-Qur’an panggil untuk kita agar lebih toleran, menuju hubungan yang lebih terbuka. Pada dasarnya, hukum Ilahi telah menetapkan perlindungan manusia dari pertumpahan darah yang tidak adil, tidak ada bom yang boleh digunakan, dan tidak berbuat kerusakan di bumi.

A. Helwa—seorang penulis yang menuangkan pengalaman pribadinya lewat tulisan, selama lebih dari 15 belas tahun dengan gaya bahasanya yang penuh gairah, puitis, dan cinta spiritualitas. Ia menggunakan waktunya untuk membaca ratusan buku, menghabiskan ribuan jam untuk mendengarkan ceramah, dan berkeliling dunia untuk mewawancarai ahli spiritual untuk menuliskan buku ini. Isinya berupa refleksi keindahan Ilahi yang tertanam dalam setiap atom keberadaan. Buku ini lebih dari sekedar kata-kata di atas kertas, menjelma jari yang menunjuk kepada Allah yang kekal, kepada setiap hati yang rindu. Tema yang diangkat adalah pengingat untuk kita semua yang sudah ada dan selalu ada, bahwa kita semua penting dan betapa Tuhan mengasihi kita tanpa syarat, karena cinta adalah sesuatu yang Allah miliki, bukan sesuatu yang Allah lakukan.

Buku dengan 501 halaman ini secara keseluruhan menjelaskan perayaan kesamaan spiritual, bukan hanya antara Islam dan agama lain, tetapi juga berbagai muslim yang berbeda praktik satu sama lain. Isi penjabarannya menerangkan bahwa Allah adalah asal cinta, pentingnya keadilan Ilahi, siapa kita sebagai manusia, fitrah dan kebaikan bawaan manusia, serta jihad untuk perdamaian.

Kita sebagai manusia yang kadang berputar-putar dalam keputusasaan dan sering mencari sesuatu yang belum dapat kita temukan perlu membaca pengalaman yang telah dituangkan oleh penulis dalam buku ini. Perjalanan penulis dari ketakutan menuju cinta merupakan sebuah refleksi dan pengalaman yang baik untuk diaplikasikan dalam keseharian aktivitas nyata kita. Kita perlu kembali pada ajaran cinta dan belas kasih yang telah dilupakan, pesan abadi akan cinta, rahmat, perdamaian, keadilan, dan kesatuan. Buku The Secret of Devine Love: Sebuah Perjalanan Spiritual yang Mendalam tentang Islam sangat pantas untuk dijadikan pengingat, sebagai upaya penghubungan pembaca dengan Tuhan yang satu.

Seperti yang terjadi pada karya-karya terjemahan lainnya, terkadang kata-kata dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris tidak dapat diterjemahkan dengan sempurna ke dalam Bahasa Indonesia. Ini berdampak pada terjemahan Bahasa Indonesia yang kaku dan beberapa paragraf yang kurang memahamkan pembaca. Tetapi secara keseluruhan, pesan moral yang disampaikan tetap bermakna dan mendalam, membangkitkan dan menginspirasi hati kepada setiap pembacanya.

Buku ini ditulis karena penulis mengetahui kebutuhan urgensi manusia untuk kembali pada fitranya. Sesuai dengan judulnya, The Secret of Devine Love: Sebuah Perjalanan Spiritual yang Mendalam tentang Islam, buku yang membimbing bahwa kita dicintai, dan jauh dari makna kehilangan. Di luar berbagai bentuk aktivitas kehidupan kita, buku ini mengantarkan pemahaman yang lebih dalam mengapa kita ada di sini, dan kembali pada fitrah kesatuan manusia.

Posting Komentar

0 Komentar