Header Ads Widget

Darussalam Catering

FORKAPAN Wihdah PPMI Mesir Kaji Pemikiran Dukturah Nahla tentang Peran Perempuan dalam Peradaban



Pendarmesir.com, Kairo— Forum Kajian Perempuan (FORKAPAN) Wihdah PPMI Mesir menggelar kajian bertajuk “Saat Perempuan Bergerak, Peradaban Tumbuh: Mengulik Pemikiran Dukturah Nahla dalam Kitab Ilā Rabbatil ’Uqūl” di Idarah Wafidin, Kamis (16/7). Melalui rangkaian kajian yang berlangsung selama tiga hari, peserta diajak mendalami pemikiran Dukturah Nahla As-Sai’idi, Penasihat Grand Syekh Al-Azhar untuk Mahasiswa Asing, mengenai peran strategis perempuan dalam membangun peradaban. Meski belum dapat hadir secara langsung, Dukturah Nahla menyampaikan sapaan dalam bentuk video kepada seluruh peserta. Dalam pesan videonya, Dukturah Nahla mengajak peserta membaca kitab Ilā Rabbatil ’Uqūl karena memuat berbagai pembahasan mengenai pentingnya peran perempuan sebagai kunci peradaban.

Dalam sambutannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., mengatakan bahwa FORKAPAN mengambil posisi yang seimbang dalam memandang isu-isu perempuan. “FORKAPAN berada di posisi tengah antara feminisme dan tradisionalisme. Dari acara ini diharapkan seluruh mahasiswi Indonesia di Mesir mampu menjadi perempuan yang berkualitas sehingga dapat menggemparkan panggung dunia,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Wihdah PPMI Mesir, Ulyanisa Imtisalillah, menjelaskan bahwa kitab Ilā Rabbatil ’Uqūl dipilih karena menekankan pentingnya akal yang sadar sebagai fondasi lahirnya sebuah peradaban. Menurutnya, perempuan yang tangguh dan berilmu memiliki peran besar dalam membangun peradaban dunia.

Dalam pemaparannya, Nikmatul Istiqomah, Lc., Dipl. dan Afi Hidayatun Nafiqoh selaku pemateri mengulas berbagai gagasan yang termuat dalam kitab Ilā Rabbatil ’Uqūl; mulai dari peran perempuan dalam keluarga sebagai agen perubahan di masyarakat, pentingnya pendidikan perempuan dalam membentuk generasi, isu perjalanan perempuan tanpa mahram, relevansi pernikahan dini pada masa kini, serta kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam perspektif Islam. Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan pemateri. Nazilah Finaili Syahadah, sebagai salah satu panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 170 peserta dan berlangsung lancar. Selain kajian, rangkaian acara juga diisi dengan eksplorasi isi kitab, diskusi antarpeserta, dan sesi bersama pihak penerbit.


Red: Hilya Neswa Aszari



Posting Komentar

0 Komentar