Header Ads Widget

Darussalam Catering

Tinjauan tentang Batu Ginjal: Etiologi, Manifestasi Klinis, dan Terapi

Oleh: Nur Afifah Auliyak

Pendahuluan

Kasus batu ginjal pada kalangan masisir tercatat berdasarkan laporan kemenkes PPMI, baik yang diterima melalui hotline kemenkes PPMI atau secara langsung disampaikan oleh masisir yang terdiagnosa batu ginjal.

Batu ginjal adalah endapan yang keras terbentuk dari mineral, asam urat dan garam di bagian ginjal. Kondisi ini juga disebut nefrolitiasis atau urolitiasis. Endapan bisa berukuran kecil dan besar. Batu yang berukuran kecil dapat melewati saluran kemih bersama urin tanpa menimbulkan gejala. Batu ginjal besar akan sulit untuk dikeluarkan dari ginjal dan menimbulkan sakit yang hebat.

Batu ginjal dapat terbentuk di satu atau kedua ginjal dan paling sering menyerang orang berusia 20 hingga 60 tahun. Batu-batu ini dapat membesar atau berpindah ke ureter dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Ureter adalah tabung yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih.

Jenis utama batu ginjal berdasarkan zat penyusun batunya dibagi menjadi empat; batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin, selain itu ada juga jenis batu oksalat. Berdasarkan lokasi, batu dibagi menjadi tiga jenis; batu ginjal, batu ureter, batu kandung kemih. 

Tinjauan ini bertujuan untuk mengulas lebih dalam mengenai penyebab batu ginjal, tanda-tanda klinis yang muncul serta pilihan terapi yang tersedia saat ini, sekaligus meningkatkan kesadaran dan upaya pencegahan di kalangan Masisir guna menurunkan angka kejadian batu ginjal.

Penyebab Batu Ginjal

Dehidrasi atau kekurangan cairan, yaitu kondisi ketika jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk, merupakan penyebab paling umum batu ginjal. Beberapa faktor kimia berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal di antaranya hiperkalsiuria (kadar kalsium dalam urin meningkat), hiperoksaluria (kadar oksalat dalam urin meningkat), hiperurikosuria (kadar asam urat dalam urin meningkat), hipositraturia( kadar sitrat dalam urin rendah).

Hiperkalsiuria disebabkan oleh beberapa hal seperti peningkatan penyerapan kalsium pada usus, gangguan reabsorpsi kalsium di ginjal sehingga meningkatkan ekskresi kalsium di urin yang terjadi karena kelainan genetik, tingginya hormon paratiroid, asupan garam (natrium) yang tinggi, atau diet tinggi protein hewani. Kalsium yang berasal dari makanan seperti susu, keju, ikan sarden berfungsi mencegah pembentukan batu oksalat. Kalsium dari makanan akan mengikat oksalat membentuk kompleks tidak larut sehingga tidak terserap usus dan keluar melalui feses. Namun, konsumsi supplemen kalsium secara berlebih beresiko membentuk kristal kalsium di ginjal.

Hiperoksaluria, atau kadar oksalat dalam urin meningkat. Oksalat adalah zat kimia yang diproduksi tubuh secara alami. Zat ini juga ditemukan dalam beberapa makanan seperti bayam, daun bit, seledri, almond, teh dan kopi. Kelebihan oksalat di urin menjadi salah satu faktor penyebab batu ginjal. Hiperoksaluria dapat disebabkan oleh perubahan gen, penyakit usus, atau mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi oksalat.

Hiperurikosuria atau kadar asam urat tinggi di urin, tidak pernah sepenuhnya menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal, sering kali disertai kelainan biokimia tambahan, seperti pH urin yang asam. Penderita diabetes melitus tipe 2, sindrom metabolik, dan obesitas, memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk pembentukan batu asam urat dibandingkan populasi umum.

Sitrat menghambat nukleasi spontan garam kalsium dan pertumbuhan kristal, serta meningkatkan pH urin sehingga meningkatkan kelarutan asam urat. Dengan demikian sitrat dapat mencegah terjadinya batu ginjal kalsium dan asam urat, jika jumlah sitrat berkurang atau hipositraturia dapat memperburuk keadaan pasien batu ginjal.

Gejala Batu Ginjal

Gejala umum yang dirasakan pasien batu ginjal adalah nyeri kolik (rasa nyeri hebat yang hilang timbul pada saluran cerna maupun saluran kemih) akut di daerah pinggul dan biasanya menjalar ke inguinal (selangkangan) dan kantung buah zakar. 

Beberapa batu ginjal dapat keluar dengan sendirinya melalui ureter, kandung kemih, dan uretra. Saat dalam proses keluarnya ini, perpindahan batu ginjal bisa menyebabkan berbagai gejala. Jika batu turun ke saluran kencing bagian dalam (ureter), nyeri mungkin akan terpusat pada rongga perut (abdomen), tergantung pada letak batunya. Kolik renal atau ureter dirasakan pasien sebagai keadaan yang sangat nyeri. Bagi pasien wanita nyeri ini bahkan dirasakan lebih parah dibandingkan dengan saat melahirkan.

Jika batu mendekati ureterovesical junction, gejala batu ginjal yang dirasakan dapat berupa nyeri pada seperempat bagian bawah perut, sering kencing, tidak bisa menahan saat ingin kencing, dan nyeri saat kencing (keadaan ini mirip dengan peradangan kandung kencing).

Pencegahan Batu ginjal

Hampir 50% orang yang pernah mengalami batu ginjal akan mengalami batu ginjal lagi dalam 10 tahun jika mereka tidak melakukan upaya pencegahan. Langkah preventif untuk mencegah kekambuhan dan pembentukan batu ginjal biasanya dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan.

Lifestyle changes

1. Rehidrasi

Minum air sesuai kebutuhan tubuh dapat mencegah pembentukan batu ginjal. Orang dengan riwayat batu ginjal harus minum cukup cairan untuk mengeluarkan sekitar 80 ons, atau 2,5 liter urine setiap hari. Minum air yang cukup adalah terapi paling efektif untuk mencegah batu ginjal di masa mendatang. 

2. Manajemen pola makan

Mengurangi konsumsi makanan tinggi oksalat dan natrium, dapat menurunkan resiko terbentuknya batu ginjal. Sayuran bayam, daun bit, teh dan makanan lainnya yang tinggi oksalat, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan. Makanan dengan kadar garam atau natrium yang tinggi perlu dibatasi konsumsinya. 

Konsumsi makanan yang mengandung kalsium dapat menurunkan resiko terkena batu ginjal. Susu dan produk olahannya, ikan sarden, dan brokoli adalah contoh makanan kaya akan kalsium. Namun, untuk konsumsi suplemen kalsium harus dikonsultasikan dengan dokter, karna bisa meningkatkan pembentukan batu ginjal.

Terapi batu ginjal

Batu ginjal bervariasi dalam ukuran, batu yang berukuran kecil kurang dari 5 mm dapat bergerak ke kandung kemih hanya dalam beberapa hari atau minggu tanpa perawatan apa pun, dan kemudian keluar dari tubuh melalui urin. Semakin kecil batu, semakin tinggi kemungkinannya dapat keluar secara spontan. Namun, batu yang berukuran kecil ini dapat meyebabkan rasa nyeri sampai mual, namun bisa diatasi dengan minum obat pereda nyeri, minum banyak cairan, sering beraktivitas, maka batu ginjal akan keluar dengan sendirinya lewat urin.

Selain meminum banyak cairan, dokter biasanya juga meresepkan obat antispasmodik, analgesik (anti nyeri), dan golongan obat alkalinisasi urin digunakan untuk mengubah pH urin menjadi lebih basa dan membantu melarutkan kristal atau batu ginjal.

Batu yang berukuran besar sekitar 5 mm sampai 2 cm mungkin akan tersangkut saat keluar dari pelvis ginjal atau membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak melalui ureter, menyebabkan nyeri hebat dan gejala lainnya. Terapi menggunakan gelombang kejut ekstrakorporal untuk memecahkan batu menjadi fragmen lebih kecil, menjadi pilihan pertama untuk penanganan batu ginjal kurang dari 2 cm.

Konklusi

Secara keseluruhan, batu ginjal merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh kurangnya asupan cairan serta tingginya kadar kalsium, asam urat, dan oksalat dalam urin. Manifestasi klinis yang sering muncul berupa nyeri pada daerah pinggang yang dapat menjalar ke daerah inguinal hingga skrotum.

Pencegahan batu ginjal meliputi perubahan gaya hidup, seperti mencukupi asupan cairan dan pengaturan pola makan dengan menghindari konsumsi berlebihan zat pemicu seperti natrium, oksalat, dan suplemen kalsium.

Batu ginjal berukuran kecil umumnya dapat keluar secara spontan melalui urin dengan peningkatan asupan cairan dan pada kondisi tertentu, memerlukan terapi obat seperti analgesik, antispasmodik dan urinary alkalinizer. Sementara itu, batu ginjal berukuran besar memerlukan intervensi medis, salah satunya melalui terapi gelombang kejut ekstrakorporeal. 

Apabila gejala batu ginjal muncul, sebaiknya tidak menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter, karena pemeriksaan yang lebih awal dapat mengurangi tingkat keparahan dan risiko komplikasi. Penerapan langkah-langkah preventif terutama dengan meningkatkan asupan cairan, menjadi kunci dalam mencegah terjadinya batu ginjal pada masisir.

Editor: Mutiara

Baca Juga: Rasa Cukup: Memperbaiki Standar Kebahagiaan Hidup

Referensi:

NIH.(2022)kidney stones: symptoms, causes, diagnosis, treatment, prevention.

NIH.(2026). Overview: kidney stones.

NIH. (2024). Renal canaliculi, nephrolithiasis.

NIH.(2024). Hypercalciuria

Mayoclinic.(2023). Hyperoxaluria and oxalosis

NIH. (2023). Hyperuricosuria.

Rspondokindah. (2024). Ketahui penanganan batu ginjal berdasarkan ukurannya.

Mayoclinic. (2023). Preventing kidney stones before they form.

Oxfordurologyassociates. Stones disease

Harvardhealthpublishing. (2023). Kidney stones

Clevelandclinic.(2024).kidnet stones








Posting Komentar

0 Komentar