Pendarmesir.com, Kairo — Pada Kamis (2/4) pagi, PPMI Mesir secara resmi membuka kegiatan Pustaka Karya yang bertempat di Aula Bhinneka, KBRI Kairo. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta terpilih yang telah lolos proses seleksi. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo, Moh. Nur Salim, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampaian materi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Muta’ali mengajak para
peserta untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa
Indonesia di Mesir. Ia menilai bahwa para masisir memiliki potensi yang luar
biasa. Namun, karya-karya yang dihasilkan masih cenderung beredar di kalangan
internal dan belum menjangkau audiens yang lebih luas.
“Kita tidak boleh jago kandang. Bagaimana kita ingin bermain di ranah global jika kita saja belum memasuki arena pertarungan? Orang hebat adalah mereka yang berani mencari penantang,” tegasnya, menyoroti minimnya karya Masisir yang dapat dikonsumsi masyarakat internasional.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya respons masisir terhadap fenomena yang terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan fenomena “Mama Ghufron” sebagai isu yang seharusnya dapat dikaji dan direspons secara ilmiah oleh Masisir, mengingat posisi mereka yang memiliki otoritas keilmuan dalam bidang tersebut.
Kegiatan Pelatihan Kepenulisan Pustaka Karya ini direncanakan berlangsung selama delapan pekan dengan delapan kali pertemuan. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menulis secara mandiri, baik dalam bentuk opini, buku, maupun artikel ilmiah bereputasi internasional, termasuk yang terindeks Scopus. Dengan demikian, karya-karya masisir diharapkan dapat menjangkau dan memberi kontribusi bagi masyarakat global.
Red: Razaki Mahogra
Editor: Hasna Putri Nadhifa
0 Komentar