Pondok Modern Darussalam Gontor
sudah berdiri dari 1926 hingga sekarang dan masih eksis dengan sistem pendidikan
yang di bangun oleh Trimurti. Salah satu sistem penting yang menjadi ciri khas
Gontor adalah disiplin waktu dalam kehidupan santri selama dua puluh empat jam
penuh. Seluruh kegiatan santri, dari bangun hingga tidur Kembali, telah diatur
oleh pondok dengan rapi.
Dalam penerapannya, waktu di pondok
disertai dengan berbagai peraturan, yang secara umum terbagi menjadi dua jenis:
peraturan umum dan peraturan khusus. Peraturan khusus biasanya berlaku bagi
santri yang mengikuti kegiatan olahraga atau menekuni hobi di waktu sore hari,
seperti sepak bola, sepak takraw, basket dan bulu tangkis.
Di Gontor, waktu olahraga santri
dimulai dari pukul 15.00 hingga 17.30. Waktu tersebut sebenarnya sudah sangat
cukup bagi para santri. Namun, Kadang kala ada santri yang belum puas dari waktu
yang diberikan. Karena jadwal itu bisa berubah menyesuaikan waktu adzan
maghrib. Ketika waktu maghrib maju, maka kegiatan olahraga pun turut dimajukan
oleh staf Pengasuhan Santri.
Staf pengasuhan santri diberi
amanah oleh Kyai untuk mengatur segala disiplin yang ada baik tertulis
maupun tidak tertulis. Segala peraturan dan ketentuan yang diterapkan tidak
lepas dari nilai-nilai pondok, terutama dalam membentuk disiplin santri.
Olahraga di pondok bukan hanya sekedar hobi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwwah
dan melatih sportivitas. Di luar pondok, seseorang mungkin bisa menjadi pemain
inti dalam bidang hobinya, tetapi di Gontor para santri diajarkan untuk
memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan menyesuaikan diri dengan ketentuan yang
berlaku.
الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذهَبِ
Waktu lebih berharga dari pada emas
Setiap kegiatan santri di Gontor
tidak pernah lepas dari pembentukan karakter, baik di dalam maupun di luar
kelas. Kehidupan pesantren dilandasi oleh Panca Jiwa Pondok Pesantren, yaitu:
jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kesanggupan menolong diri sendiri (zelp
help), Ukhuwwah Islamiyyah, dan jiwa bebas.
Jiwa kebebasan bukan berari santri
itu bebas dan seenaknya sendiri tetapi bebas dalam artian mengikuti peraturan
dengan bebas. Seperti pendidikan waktu yang diberikan oleh pondok bukan untuk
dilanggar, apalagi sampai menentangnya. Sebab melanggar aturan berarti,
melanggar ketetapan yang telah ditetapkan oleh bapak kyai.
Pondok tidak memberi apa yang santri
inginkan, tetapi memberikan apa yang santri butuhkan. Apabila pondok memberikan
santri jam olahraga yang berlebihan hingga mengabaikan kegiatan lainnya, hal
ini menunjukkan kegagalan pondok dalam menanamkan disiplin. Karena itu, pondok
bukan melarang santri untuk berolahraga atau menekuni hobi, melainkan membatasi
waktunya agar kegiatan tersebut tetap dalam koridor pendidikan dan keseimbangan.
Setiap manusia termasuk santri mau
tidak mau, harus berdisiplin atau terkena disiplin. Semua makhluk hidup bahkan
tunduk pada aturan. Jika siapa yang tidak mengikuti disiplin, niscaya akan
merasakan akibatnya. Bahkan hewan di hutan pun hidup dalam disiplin:
lingkungan, dan kebiasaan kelompoknya.
Dalam diktat kepondokmoderenan
dijelaskan bahwa di pondok tidak ada paksaan untuk menaati peraturan tapi,
peraturan adalah bentuk kepedulian kepada santri dalam mengatur waktu mereka untuk hal-hal yang berguna.
Maka memanfaatkan waktu yang ada
adalah cara terbaik bagi setiap manusia agar tidak menjadi orang-orang yang
merugi karena Allah berfirman dalam QS: Al-Asr: 1-3
وَالۡعَصۡرِۙ ۞ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ ۞ اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَق وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡر
“Demi masa, sungguh manusia dalam keadaan kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan saling serta menasehati untuk kebajikan dan saling menasehati untuk sabar”
Kita harus mentadabburi ayat diatas yang berkaitan
dengan waktu. Dijelaskan pertama disini Allah SWT berfirman: “Demi Masa
(waktu)” atau demi waktu yang telah diberikan oleh Allah. Contohnya Allah
telah memberikan dua puluh empat jam dalam satu hari untuk manusia. Jika kita
menyianyiakan waktu yang ada maka, kita akan termasuk golongan yang merugi.
Dan Allah berfirman: di ayat kedua “Manusia
dalam keadaan kerugian.” Manusia selalu memiliki banyak
makna dalam Alquran antara lain: Basyar, annas, ins, dan insan. Ayat ini
mengambil nama Insan karena dinisbatkan kepada manusia yang beraktifitas
dua puluh empat jam.
Dan pada ayat ketiga dijelaskan bahwasannya: “kecuali orang orang yang beriman dan mengajak dalam kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
Ayat yang ketiga itu menjelaskan bahwa kita harus
senantiasa mengajak orang dalam kebaikan. Mengajak dalam kebaikan itu upaya
yang dilakukan pondok untuk selalu beraktifitas dalam kebaikan. Dalam mengatur
seluruh aktifitas para santri dan khususnya dalam hobi para santri, pondok
membatasi hobi agar kita tau mana yang penting dan mana yang lebih penting.
Menjalankan hobi penting tetapi menaati peraturan jauh lebih penting.
0 Komentar