Pendarmesir.com, Kairo – Pada Kamis siang (22/10), bertempat di Qoah Idaroh Wafidin, Madinatul Bu’ust, PCI IKPM Gontor Kairo melangsungkan acara Bedah Buku Satu Rasa Satu Asa: Ikhtisar Sejarah Hubungan Gontor, Al-Azhar, dan Mesir. Acara ini dihadiri oleh tiga narasumber utama: Amiruddary Nur Mustofa, Dr. Mustafa Dasuki Kasbah, dan Mukhlason Jalaluddin, Lc., M.M., yang berlangsung dari pukul 11.00 sampai dengan 14.00 WLK.
Acara
ini berfokus pada dinamika hubungan historis antara Gontor, Al-Azhar, dan
Mesir. Dalam forum tersebut disampaikan pula bahwa buku persembahan seratus
tahun Gontor ini disusun berdasarkan riset serta rujukan sejarah, di antaranya
arsip, majalah, koran, buku, hingga jurnal sejarah dan studi Indonesia.
Dalam
sesi pemaparan materi, Ustadz Amiruddary Nur Mustofa selaku penulis buku ini
menyampaikan, “Apa dan mengapa ada penelitian sejarah antara Gontor dan
Al-Azhar? Ini adalah sebagai wujud syukur kita di Mesir yang mengenyam dan
menikmati pendidikan di Al-Azhar Kairo. Yang kedua, timbulnya kesadaran akan
adanya hubungan yang erat antara Gontor dan Al-Azhar. Dan yang terakhir,
sebagai persembahan Seratus Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.”
Dalam
pemaparan latar belakang, buku Satu Rasa Satu Asa secara umum
menjelaskan perkembangan alumni Gontor yang berada di Al-Azhar dari masa ke
masa, sekaligus rekam jejak hubungan antara para pimpinan Gontor dengan
Masyayikh Al-Azhar.
“Kalau
ingin beribadah sepuas-puasnya, datanglah ke Makkah. Kalau ingin mencari ilmu
sebanyak-banyaknya, datanglah ke Mesir. Kalau ingin pendidikan sebaik-baiknya,
datanglah ke Gontor,” demikian salah satu petikan yang tertuang dalam buku
tersebut.
Perjalanan
penyusunan buku ini memakan waktu kurang lebih dua tahun di bawah komando
Ustadz Amiruddary beserta tim, antara lain Ilmi Hatta Dhiya’ulhaq, Sayyida
Aisyah Zahira, Naila Arifani Sholichah, dan Dillan Nuaerillah.
Acara
ini diakhiri dengan penganugerahan sertifikat dan penyerahan buku Satu Rasa
Satu Asa oleh IKPM, pemberian kenang-kenangan oleh panitia kepada para
narasumber, sesi tanya jawab dari para peserta, serta diakhiri dengan
pemotretan bersama.
Red: Muhammad Shiddaq Habib
Editor: Abdullah M. Azzam

0 Komentar