Oleh: Ihya'


Pelangi banglas menyusup dalam rekah

Tatapanku nanar, pada kada inginku ingkar

Sanubari menghitam berselaksa celah

Degup dada & kepala menjadi denyar

Belenggu tangan mengantar pada pecah

Inginku langgas, namun itu tiada sebentar

Jutaan gelabah tunduk pada satu kalah

Apakah sudah waktunya aku gentar

 

Duhai pembacaku, jangan bosan-bosan

Pada jeritan hati yang setengah mati

Kutitipkan untaian jiwa di setiap tulisan

Kugubahkan dari runyam semua arti

Mampukah kalian untuk menerjemahkan

Tolong, kudamba hanya putihnya melati

Aster & Anyelir nan penuh kebanggaan

Bahar, mungkinkah kuikut di atas pedati

 

Kalah, mau sampai kapan aku kalah?

Membiarkan ceruk terus terpatri

Menaklukan dunia sungguh mudah,

Yang sulit menaklukan diri sendiri