Oleh: Athallah Zaki
Judul buku : Sisi Tergelap Surga
Nama
Penulis :
Brian Khrisna
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun
Terbit :
2023
Genre : Novel
Jumlah
Halaman : 304
Jakarta
merupakan kota impian bagi banyak orang untuk meneruskan mimpi dan harapannya,
juga kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper cita-cita.
Mereka datang dengan semangat dan keberanian, siap bertaruh dengan nasibnya
sendiri-sendiri. Namun sayangnya, kota ini selalu mampu melumat habis harapan,
menukarnya dengan keputusasaan.
Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang hanya ingin membeli obat untuk ibunya, remaja yang melumuri tubuh dengan cat perak, hingga mereka yang bergelut di terminal, semuanya adalah potret kehidupan yang terpaksa merelakan impiannya habis tergerus kejinya ibu kota. Di Jakarta, semua orang dipaksa bergelut dan bertempur demi bertahan hidup dari hari ke hari. Dan di kampung inilah semua itu dimulai — sebuah kisah tentang orang-orang yang hidup di sisi tergelap surga bernama Jakarta.
Hidup, bagi
sebagian orang, memiliki makna yang berbeda-beda. Beberapa memilih tetap hidup
hanya karena hidup terasa menyenangkan. Sebagian lainnya memilih mengakhiri
hidup karena tak kunjung menemukan kebahagiaan. Bertahan hidup tidak selalu
berarti kamu kuat. Mungkin kau hanya sedang dipaksa untuk belajar menerima
keadaan. Mungkin kau hanya diharuskan menapaki dari satu luka ke luka lainnya. Mungkin
kau tetap sanggup berjalan karena bekal harapan, harapan bahwa kelak semua akan
berakhir bahagia. Namun pada akhirnya, kau akan tersadar: kota ini begitu
piawai melahirkan harapan, sekaligus piawai mengubahnya menjadi kekecewaan.
Namun akhirnya, mereka yang bertahan hidup hanya dihadapkan pada satu takdir: antara terus hidup karena tidak pernah menyerah mencoba, atau terus hidup karena tidak pernah mencoba menyerah. Membingungkan memang, tapi begitulah hidup— Hanya perlu dijalani. Seikhlasnya, Serelanya.
Brian Khrisna adalah seorang penulis muda yang menggugah inspirasi banyak kalangan lewat cara bertuturnya yang khas, sederhana namun penuh makna. Ia pandai merangkai kisah yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga tak terduga arahnya. Sisi Tergelap Surga menjadi salah satu karya terkuatnya karena mengandung makna mendalam yang dirangkai lewat kata-kata indah. Siapa pun yang membacanya akan berhenti sejenak, merenung, dan bertanya pada dirinya sendiri: sudahkah aku benar-benar mensyukuri hidup selama ini ?.
Novel ini menghadirkan berbagai sudut pandang dari mereka yang hidup di pinggiran kota, yaitu mereka yang merasakan getirnya realitas di balik kemegahan ibu kota. Brian Khrisna menulisnya seperti sebuah panggung besar, di mana banyak tokoh menjadi aktor yang memainkan pentas kisah hidup masing-masing, namun tetap berada dalam satu ruang dan waktu yang sama. Sehingga dengan gaya multi-chapter yang saling berkaitan, pembaca seolah diajak menonton rangkaian kisah yang berbeda, tetapi nyatanya ada pada alur waktu dan tempat yang sama menuju satu simpulan besar yang penuh hikmah. Hingga pada akhirnya, pembaca akan tersadar, bahwa kemegahan kota hanyalah ilusi dan di baliknya ada ribuan kisah manusia yang berjuang agar esok tetap ada.
Novel ini
terasa begitu nyata karena ditulis berdasarkan pengalaman hidup langsung sang
penulis yang 25 tahun menjadi anak penjual nasi di pinggir jalan membuat ia
akrab dengan wajah lain kehidupan kota. Ia mengenal kisah-kisah yang jarang
diketahui orang seperti: pengemis dengan penghasilan yang bahkan di atas UMR,
permainan izin dan kuasa dengan berbagai pihak, hingga pergaulan dan geliat
kehidupan mereka yang hidup dari hari ke hari tanpa jaminan masa depan yang
pasti. Menulis buku ini baginya seperti menulis kenangan tentang kehidupan yang
rumit, getir, namun sesungguhnya dialami oleh banyak dari kita. Sisi Tergelap
Surga bukan sekadar fiksi, melainkan cermin yang memantulkan kenyataan yang
sering kita abaikan.
Selain novel ini, Brian Khrisna juga telah menulis sejumlah karya populer seperti This is Why I Need You (2019), Kudasai (2019), Parable (2021), 23:59 (2023), The Matchbreaker (2024), Bandung Menjelang Pagi (2024), dan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025).
Sisi Tergelap
Surga adalah novel yang tak hanya menyajikan cerita, tetapi juga menghadirkan
refleksi sosial yang kuat. Gaya bahasa Brian Khrisna yang puitis dan jujur
membuat setiap halaman terasa hidup, meski sarat akan kesedihan. Namun, bagi
sebagian pembaca, narasi yang sangat reflektif ini bisa terasa lambat di
beberapa bagian. Kendati demikian, kekuatan utamanya justru terletak pada
kejujuran emosional dan keberanian penulis mengangkat realitas tanpa topeng.
Secara
keseluruhan novel ini layak dibaca siapa pun yang ingin memahami wajah lain
dari “surga” bernama ibu kota — tempat di mana harapan dan luka berjalan
beriringan. Novel ini bukan sekadar menyingkap kelamnya kehidupan ibu kota,
tetapi juga menyingkap kearifan, bahwa manusia sejati adalah mereka yang masih
mampu berempati meski dunia menindasnya tanpa henti.
0 Komentar